<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Madue's Weblog</title>
	<atom:link href="http://madue.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://madue.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 May 2008 06:15:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='madue.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Madue's Weblog</title>
		<link>http://madue.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://madue.wordpress.com/osd.xml" title="Madue&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://madue.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Laut ku&#8230;.</title>
		<link>http://madue.wordpress.com/2008/05/10/laut-ku/</link>
		<comments>http://madue.wordpress.com/2008/05/10/laut-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 06:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madue</dc:creator>
				<category><![CDATA[hewan laut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madue.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[keanekaragaman Kehidupan Laut Kehidupan laut mendapat sedikit perhatian dibandingkan dengan bagian kehidupan lainnya yang ada di bumi dalam keanekaragamannya. Ini mengejutkan bahwa dianggap evolusi laut memiliki 2,7 juta tahun di medan bumi. Kekurangan perhatian ini kemungkinan hasil dari keterbatasan jalan masuk laut sebagaimana alam yang begitu luas (misalnya menjangkau kira-kira 70% dari permukaan bumi). Apalagi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madue.wordpress.com&amp;blog=3384080&amp;post=9&amp;subd=madue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="text-align:justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="teks20" align="left">
<h1>keanekaragaman Kehidupan Laut</h1>
<p><!-- InstanceEndEditable --></td>
</tr>
<tr>
<td>
<hr /></td>
</tr>
<tr>
<td align="left"><!-- InstanceBeginEditable name="isi" --></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="10" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="justify">Kehidupan laut mendapat sedikit perhatian dibandingkan dengan  bagian kehidupan lainnya yang ada di bumi dalam keanekaragamannya. Ini mengejutkan bahwa dianggap evolusi laut memiliki  2,7 juta tahun di  medan bumi. Kekurangan perhatian ini kemungkinan hasil dari keterbatasan jalan masuk laut sebagaimana alam yang begitu luas (misalnya menjangkau kira-kira 70% dari permukaan bumi). Apalagi, pendapat terakhir menggambarkan bahwa ekosistem laut sebagai suatu wilayah dari kenakeragaman yang rendah dan sebagainya, penelitian  lebih mengfokuskan di darat. Meskipun dalam jumlah besar akan informasi penting, keanekaragaman telah ditujukan di daratan, perlu penelitian lebih lagi dalam dunia kelautan.</p>
<p align="justify">Adanya kekayaan keanekaragaman pada ekosistem laut sebagai rangkaian dari berjuta-juta tahun sejarah evolusi. Semua pengecualian dari salah-satu yang mengemukakan tentang pengklasifikasian (Norse, 1993) tejadi di laut ketika sekitar setengahnya yang terjadi di daratan. Jadi, organisme laut menunjukkan keanekaragaman klasifikasi dari pada yang hidup di daratan (Ray, 1988). Selanjutnya, 15 pengklasifikasian di lautan. Lautan menghasilkan sejumlah keanekaragaman yang hidup dan yang tidak ditemukan di daratan, oleh karena itu, itu dapat memperlihatkan keanekaragaman fungsional yang tinggi. Dengan demikian, ini berarti bahwa ekosistem laut tidak saja hanya memiliki keanekaragaman klasifikasi yang tinggi namun juga keanekaragaman fungsional yang tinggi. Penelitian selanjutnya merupakan hal yang penting demi pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana sebenarnya lingkungan itu.</p>
<p align="justify"><strong>Mengapa keanekaragaman laut  itu penting?</strong></p>
<p>Sebagaimana dikutip dari Norse (1995), pemahaman keanekaragaman laut sangatlah penting dalam sejumlah alasan. Sesorang bisa berpendapat bahwa keanekaragaman laut memiliki kepentingan sebagimana asalnya, sebagaimana kehidupan memiliki kekayaannya sendiri. Apabila seseorang beranggapan berapa lama kehidupan di dunia telah ada(3 juta tahun). Ini kenyataan bahwa bumi telah bekerja (melalui evolusi) pada keannekaragaman sekarang ini untuk waktu yang panjang. Ini memungkinkan bahwa kita telah memiliki keputusan yang tepat secara kebetulan akan keanekaragam pada tempat pertama. Di samping hal-hal tersebut, bagaimanapun juga, hal penting dari keanekaragaman laut, terdapat dalam beberapa kategori di bawah ini :</p>
<div>
<ul>
<li>Adaptasi</li>
<li>Makanan</li>
<li>Bahan Mentah</li>
<li>Iklim</li>
<li>Pengetahuan</li>
</ul>
</div>
<p align="justify"><strong><em>Adaptasi</em></strong></p>
<p>Keanekaragaman memungkinkan lingkungan beradapatasi ke kondisi yang berubah-ubah, sebagaimana yang terjadi sejak kehidupan itu ada. Manusia telah melakukan hal-hal dalam meningkatkan tingkat kemunduran/ kemerosotan dan akibatnya, itu menjadi tantangan besar terhadap lingkungan laut untuk beradaptasi secepat mungkin di kemudian hari. Perubahan ini telah dipengaruhi melalui polusi, penangkapan ikan, pengendapan dan perubahan iklim global (Norse, 1995). Melihat dampak dari manusia terhadap lingkungan, ini ironis bahwa tanpa keanekaragam genetis, seleksi alam tidak akan terjadi. Apabila seleksi alam terbatas, maka adaptasi itu mustahil. Selanjutnya, ini bukti bahwa pemeliharaan keanekaragaman dan lebih khusus lagi, keanekaragaman genetis merupakan hal pokok yang penting apabila kita dizinkan mengikuti adaptasi bagi cepatnya perubahan lingkungan.</p>
<p align="justify"><strong><em>Makanan</em></strong></p>
<p align="justify">Makanan merupakan komoditas terpenting yang dapat disediakan oleh laut, termasuk ikan, makhluk tak bertulang belakang dan ganggang. Sirip ikan dan kerang-kerangan merupakan sumber protein hewani terbesar khususnya bagi negara-negara berkembang(Norse, 1995). Sangat sedikit dari ikan-ikan dunia digunakan secara komersial dan sebagainya, laut merupakan sebuah sumber bagi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Rumput laut juga sangat penting secara komersial, secara histori, merupakan hal yang terpenting di Asia Timur. Beberapa contoh termasuk <em>kelp</em> (sejenis tumbuhan laut yang besar), <em>nori</em>, dan rumput laut. Pemeliharaan keanekaragaman dari biota laut tersebut akan memungkinkan penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui di kemudian hari. Namun dari pada itu, laut dapat membantu secara potensial mengurangi permasalahan laut sekarang ini dan penekanan penangkapan ikan secara komersial di kemudian hari.</p>
<p align="justify"><strong><em>Bahan Mentah</em></strong></p>
<p align="justify">Potensi bagi pendapatan bahan mentah di kemudian  hari dari laut sangatlah besar. Itu termasuk obat-obatan, <em>polysaccharides</em>, makanan untuk ternak dan bahan dasar bangunan.<br />
Obat-obatan alami mulai dan berkelanjutan ditemukan melalui keanekaragaman kekayaan di bumi. Meskipun kebanyakan berasal dari tumbuhan yang tidak ada tangkai yang hidup di darat, laut memiliki banyak hewan yang secara permanen melekat pada sesuatu yang mempertahankan hidup dengan menggunakan kandungan bahan kimianya. Selanjutnya, dunia laut memiliki keanekaragaman biokimia yang banyak hasil dari keanekaragaman jenis biota laut sekarang ini di laut. Ini memungkinkan bahwa yang berhubugan dengan bahan kimia bagi bidang farmasi bisa didapati dari organisme ini yang menggunakan unsur kimia untuk bertahan. Sebagai contoh sisa dari (<em>arabinosides</em>)  dikumpulkan dari karang <em>Tethya crypta</em>,  yang digunakan untuk mengobati <em>herpes</em> (Norse, 1995)<br />
<em>Polysaccharides</em> bagi kepentingan manusia disediakan oleh  rumput laut, termasuk yang berwarna merah, cokelat dan hijau. Contohnyatermasuk <em>alginate</em>, yang didapati dari ganggang cokelat. Rumput laut dapat juga berperang penting bagi pertanian sebagaimana makanan bagi ternak atau pupuk kompos bagi lahan pertanian. Itu akan berperan penting, bagaimanapun juga, tentunya hal ini bermanfaat sebagaimana pula rumput laut yang telah terbukti merugikan di beberapa wilayah di dunia.<br />
Bahan dasar bangunan bisa didapati melalui batu karang dan pasir karang, ini harus dikerjakan dengan cara yang tepat. Selanjutnya juga, <em>chiton</em>(sejenis hewan moluska)  dari udang dan rumahnya kepiting digunakan di pertanian dan juga bagi manusia dan suplemen makanan (Norse, 1995). Hal penting mengenai kulit kerang ini bahwa sedikit hewan yang terbuang dari laut.</p>
<p align="justify"><strong><em>Climate/ iklim </em></strong></p>
<p align="justify">Ekosistem merupakan salah- satu faktor terpenting yang mengontrol iklim global. Putaran biokimia gas sangatlah dikontrol oleh biota hidup yang ada di bumi dimana dunia kelautan sangatlah penting. Sebagai contoh, tumbuh- timbuhan laut dan hewan- hewan laut dalam mengontrol karbon dioksida di laut, seperti fitoplangton menggerakkannya dari permukaan air sementara mengeluarkan oksigen. Kemudian ketika plangton mati, mereka tenggelam dan tertambah ke tingkat titik jenuh dari karbondioksida ke dalam laut. Hal ini menghasilkan gradasi Co2 secara vertikal di laut, yang diistilahkan sebagai ”Tekanan Biologis”.<br />
Ada dampak pada fitoplangton laut atau biota lain dapat mengganggu tekanan secara biologis dan mengakibatkan kehilangan efisiensi CO2 tersita oleh kedalaman laut. Sebaliknya, kehilangan ini bisa membuat peningkatan CO2 di atmosfer. Ini diketahui bahwa tingkatan CO2 di atmosfer telah meningkat sejak revolusi industri. Diketahui bahwa tingkatan ini telah meningkat, peningkatan ini seharusnya pada effisiensi kehilangan dari tekanan biologis tidaklah dibutuhkan. Kemudian, menjaga keanekaragaman dari organisme, penting dalam mengontrol tingkatan dari CO2 di atmosfer.</p>
<p align="justify"><strong><em>Pengetahuan</em></strong></p>
<p align="justify">Kelestarian keanekaragaman laut bagi kepentingan pengetahuan itu sendiri sangatlah penting. Sebagai contoh, ada sejumlah ekosistem laut yang berkelanjutan ditemukan sekarang ini. Ventilasi udara hidrotermal telah ditemukan pada tahun 1976 hanya setelah ekspedisi Alvin, kapal di bawah laut. Kebanyakan dari jenis tersebut bersifat endemik terhadap sirkulasi udara dan termasuk cacing pita, remis besar, kupang, kepiting,<em> polychaetes</em>(sejenis cacing laut) dan<em> gastropods</em>(sejenis moluska). Meskipun, ada sejumlah penelitian dilakukan pada sirkulasi hidrotermal yang telah menghasilkan dasar informasi yang besar, kukurangan pengetahuan terjadi di beberapa tempat, seperti unsur-unsur yang mengatur struktur masyarakat, kepentingan dari proses lokal(misalnya: penggusuran), adanya atau kekurangan dari ”puncak” masyarakat dan penggusuran hal-hal yang mengganggu(Metaxas, 2000; personal communication).</p>
<p align="justify">Sesuai dengan penemuan ekosistem laut baru-baru ini, penemuan sejumlah spesies baru. Sebagai contoh, di lautan terbuka, sebuah kelompok penghasil utama bakteri laut yang hidup bebas(<em>prochlorophytes</em>) tidak ditemukan hingga akhir tahun 1980, bagaimanapun juga, mereka menghitung hampir 40% dari klorofil di beberapa wilayah pantai (Chisholm dkk 1988;R.J Olsen dkk, 1990). Kurangnya pengetahuan akan mikroba biota laut, bagaimanapun juga, teknik molekular sekarang ini membantu ilmu pengetahuan dalam pemahaman unsur intergral yang beragam akan makanan laut. Mikroba sangatlah penting dalam pendaurulangan biogeokimia akan banyaknya nutrisi dan bertanggung jawab hadap permasalahan pendaurulangan ognanik di laut(NRC, 1995)<br />
Selanjutnya juga, kita yakin pada kenyataannya, kita sementara mengalami masa perubahan. Sebagai contoh, dalam ekosistem laut, akhir-akhir ini ditemukan bahwa organisme sebelumnya diperkirakan menjadi salah satu spesies yang lebih dari satu(NRC, 1995). Salah-satu contoh yang bagus adalah remis<em> Mytilus edulis</em>, yang  akhir-akhir ini dikenal menjadi tiga spesies yang berbeda(McDonald, 1992).<em> Mytilus edulis</em> digunakan sebagai alat pemantau pada ”International Mussel Watch Program” dan disimpulkan bahwa dampak dari terkontaminasi yang sebenarnya dihubungkan tingkat perbedaan pertumbuhan , setidaknya dua spesies yang kurang diketahui(Lobel, 1990). Kedua, cacing laut <em>Capitella</em>, yang sebelumnya digunakan sebagai indikator dampak polusi, pada dasarnya berjumlah 15 atau lebih jenis dalam kelas yang sama (NRC, 1995). Kemudian, menggunakan spesies dari kelas yang sama tanpa mendapatkannya bisa menyebabkan implikasi terhadap pemahaman ekologi disekitar hewan-hewan laut dan yang lainnya, dapat menyebabkan perkiraan yang tidak akurat atas sumber daya perdagangan. Ini telah tejadi pada jenis ikan tawar dari Spanyol, <em>Scomberomorus</em>,  sekarang dikenal dengan dua spesies, yang dewasa dalam umur dan ukuran  (Collete, 1978)</p>
<table style="height:337px;" border="0" cellspacing="8" cellpadding="0" width="882">
<tbody>
<tr>
<td width="592" height="56" valign="top"><strong> <span style="font-family:Verdana;color:#006699;font-size:large;">Hewan-hewan laut beracun!</span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="250" height="265" valign="top"><img src="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun00.jpg" border="0" alt="" width="245" height="186" /><span style="font-size:x-small;"><br />
Title 2<br />
Ti</span></td>
<td width="9" height="265"></td>
<td width="592" height="265" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Kenali Fauna Laut yang Akan Anda        Pelihara.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Memelihara fauna dari laut berarti        juga kemungkinan bagi penghobi untuk bertemu dan berinteraksi dengan        berbagai mahluk laut yang tidak pernah penghobi temui sebelumnya. Hal ini        disebabkan karena hampir semua fauna laut yang didapatkan adalah hasil        dari penangkapan bukan hasil penangkaran. Dengan demikian berarti        informasi tentang hewan yang akan dipelihara juga minim sekali, baik itu        tentang cara pemeliharaan, maupun sifat-sifat dari hewan itu sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Dengan minimnya informasi        tentang hewan itu sendiri, maka  terjadinya ‘kecelakaan’ mulai dari yang        ringan sampai dengan yang berakibat fatal yang berhubungan dengan hewan        laut dapat terjadi. <strong>Banyak hewan laut yang berbisa! </strong>Mulai dari yang        ringan sampai dengan yang dapat membunuh manusia hanya dalam hitungan jam        saja. Untuk itu mari kita kenali hewan-hewan yang berbisa tersebut yang        terbagi dalam tiga kategori: pertama: sangat berbahaya, kedua: cukup fatal        dan dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran, dan ketiga: efek-efek sakit        yang ringan saja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Kategori Pertama: Sangat Berbahaya!</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Gurita (keluarga <em>Octopodidae</em>)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Tidak seperti dugaan banyak orang,        mahluk laut yang dapat membunuh manusia dengan mudah bukanlah ular laut        yang sangat berbisa, melainkan mahluk-mahluk kecil yang besarnya tidak        lebih dari 5 cm saja, <strong>gurita bercincin biru </strong>(<strong>Blue-ringed octopus</strong>,       <em>Hapalochlaena sp</em>.) Mahluk yang banyak bersembunyi di celah-celah        batu karang ini mempunyai racun yang terbukti dapat mengakibatkan kematian        bagi manusia hanya dalam hitungan jam saja. Yang lebih parah lagi,        gigitannya tidak terasa dikarenakan giginya, yang berbentuk seperti paruh        burung, sangatlah tajam. Di daerah sekitar gigi inilah kelenjar penghasil        bisa gurita terdapat.       <img src="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun01.jpg" border="0" alt="" width="241" height="180" align="right" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Tidak semua gurita memang        beracun fatal, tapi beberapa jenis selain tersebut di atas diketahui juga        dapat mengakibatkan kematian bagi manusia. Untuk itu sebaiknya usaha untuk        memeliharanya dihindari jika tidak diketahui dengan jelas spesies yang        akan dipelihara. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Gurita juga terkenal        sebagai <em>escape artist </em>(tukang melarikan diri). Bukanlah tidak        mungkin seekor gurita yang ditempatkan di akuarium dapat berpindah dengan        mudah ke dalam filter atau tempat-tempat lain di sekitar akuarium. Hal ini        perlu dicatat karena bisa saja hal yang tidak terbayangkan oleh penghobi        terjadi, misalnya seekor gurita yang berbahaya pindah ke dalam filter dan        kemudian melukai penghobi pada saat filter dibersihkan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Siput laut (Moluska)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Memang tidak semua siput laut        mempunyai racun yang dapat berakibat fatal bagi manusia, tapi ada beberapa        di antaranya yang memang terbukti mempunyai racun yang mematikan. <strong>Siput        Tekstil </strong>(<strong>Textile Cone</strong>, <em>Conus textile</em>), disebut demikian        karena cangkangnya yang mempunyai corak warna mirip dengan tekstil kain.        Hewan ini sering mengakibatkan kecelakaan terutama pada penyelam-penyelam        yang kekurangan informasi tentang mahluk laut yang beracun ini.        Dikarenakan indahnyanya cangkang dari siput ini banyak penyelam yang        kemudian mengambilnya hidup-hidup dan menaruhnya dalam kantung selamnya.        Siput ini mempunyai semacam belalai yang dilengkapi dengan gigi tajam        berbentuk harpun yang mengandung racun yang biasanya digunakan untuk        menyengat mahluk laut lain yang menjadi mangsanya. Dengan gigi ini dengan        mudah mereka menusuk baju penyelam dan melukainya sebagai usaha untuk        melarikan diri. Racun dari siput ini diketahui cukup ampuh untuk membunuh        manusia.       <img src="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun02.jpg" border="0" alt="" width="301" height="194" align="right" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Kecelakaan yang hampir        sama bisa saja tejadi pada penghobi. Bisa saja karena tidak tahu, seorang        penghobi memegangnya dengan tanpa memperhatian keselamatannya. Untuk itu        sebaiknya pemeliharaan siput tekstil ini (dan sebaiknya siput-siput lain        yang tidak diketahui dengan jelas jenisnya) dihindari. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Ular laut (keluarga <em>Elapidae</em>)</strong><img src="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun03.jpg" border="0" alt="" width="242" height="188" align="right" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Beberapa jenis ular laut juga        mempunyai bisa yang tak kalah mematikannya dibandingkan dengan sepupunya        yang tinggal di darat dan perairan tawar. Dan kecelakaan-kecelakaan yang        dapat terjadi tidaklah lebih dari usaha ular itu untuk mempertahankan        keselamatan dirinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Ular laut juga jelas bukanlah hewan        yang dapat dikategorikan sebagai hewan perliharaan. Untuk itu hindari        usaha untuk memeliharanya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Ubur-ubur Kotak       <img src="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun04.jpg" border="0" alt="" width="215" height="327" align="right" /></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Box jellyfish (<em>Chironex fleckerii</em>)        atau ubur-ubur kotak adalah salah satu dari sekian banyak ubur-ubur yang        mempunyai sengatan yang berbahaya. Kecelakaan sering terjadi pada para        penyelam dan perenang di laut. Dan bukan tidak mungkin ini terjadi pada        penghobi. Ubur-ubur kotak bisa saja masuk ke dalam akuarium tanpa        disengaja dalam bentuk larva. Jika habitat di akuarium memungkinkannya        mencapai kedewasaan, maka kecelakaan yang fatal terhadap penghobi bisa        saja terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Bulu Babi Beracun</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Bulu Babi Beracun (<em>Toxopneustes        pileolus</em>) sangat berpotensi masuk ke dalam sistem akuarium penghobi        dalam bentuk larva. Dan karena mahluk ini adalah pemakan berbagai macam        alga yang dapat tumbuh dengan mudah di dalam akuarium, maka kedewasaan        dalam akuarium sangat mungkin terjadi. Meskipun tidaklah seberbahaya        beberapa mahluk yang telah disebutkan di atas, tapi penanganan yang salah        dan kurang cepat tetap dapat membawa korban kehilangan nyawanya! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Jika memang terjadi bulu        babi ini terdapat dalam akuarium, sebaiknya memang disingkirkan dengan        cara ditangkap dengan menggunakan alat (hindarkan kontak langsung) dan        dibuang dengan cara dibungkus dengan rapi untuk menghindarkan kecelakaan        pada seseorang yang menemukannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Ikan Kodok </strong>(<strong>Frogfish</strong>,       <strong>Anglerfish</strong>, dan lain-lain dari keluarga <strong><em>Scorpaenidae</em></strong>)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Beberapa ikan dari keluarga ini        mempunyai bisa yang mampu untuk membunuh manusia. Meskipun Lionfish dan        Scorpion fish juga dari keluarga yang sama, tapi bisa mereka tidaklah        sefatal Frogfish dan Anglerfish.       <img src="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun05.jpg" border="0" alt="" width="250" height="198" align="right" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Frogfish dan Anglerfish        hampir jarang dijumpai di pasaran karena mereka adalah jenis ikan yang        ‘kurang beruntung’ dari segi warnanya &#8211;  kebanyakan coklat dan berwarna        seperti pasir &#8211;  tidak cocok sebagai penghias akuarium. Tapi beberapa        jenis juga mempunyai warna yang sangat cerah dan bagus untuk dijadikan        penghias akuarium.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Karena ikan ini jarang        dijumpai di pasaran, kemungkinan terjadinya kecelakaan dengan mereka juga        jarang. Hanya saja peringatan perlu diberikan bagi mereka yang suka        berjalan-jalan menyusuri pantai berkarang. Karena ikan-ikan ini yang        berwarna sedemikian rupa sehingga di alam rupa mereka hampir tidak dapat        dibedakan dari batu karang di sekeliling mereka, maka kontak yang terjadi        baik dengan menginjak atau menyentuh dengan tidak sengaja dapat terjadi.        Pertolongan pertama dengan air panas bisa dilakukan terhadap korban ikan        ini. (Baca: <strong>Pertolongan Pertama</strong>.)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Kategori Kedua: Cukup berbahaya        dan mematikan jika tidak ditangani secara intensif.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Portuguese Man o’ War</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Hewan yang disebut sebagai <strong>Kapal        Perang Portugis </strong>ini adalah salah satu dari sekian banyak jenis        ubur-ubur di laut. Hanya saja karena tudungnya yang berisi udara,        ubur-ubur berwarna biru ini tidak berada di dalam air, melainkan mengapung        dan terlihat seperti kapal perang di permukaan air. Ubur-ubur <strong>Kapal        Perang Portugis </strong>yang dewasa, berdiameter tudung lebih kurang 15cm,        mempunyai tentakel (kaki yang menjuntai) yang relatif sangat panjang, bisa        mencapai 2 meter! Perenang di laut sebaiknya meninggalkan lokasi renang        jika ubur-ubur ini sedang berada di sana.       <img src="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun06.jpg" border="0" alt="" width="238" height="360" align="left" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Di kaki inilah sel-sel penyengat (<em>nematocyst</em>,        lihat box) terdapat. Jika tentakel Ubur-ubur <strong>Kapal Perang Portugis </strong> menempel pada kulit seseorang, maka tentakel ini akan melekat dengan kuat        seperti mengandung lem yang kuat dan sulit untuk dilepaskan. Tentakel yang        tipis ini juga mudah putus dan usaha untuk mengangkatnya dengan        menggunakan tangan kosong juga tidak mudah dilakukan, selain juga menambah        luka sengatan lain pada tangan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Jika seseorang terkena        sengatan Ubur-ubur <strong>Kapal Perang Portugis</strong>, maka sensasi yang pertama        adalah rasa gatal luar biasa dan diikuti dengan rasa terbakar atau sakit        yang luar biasa hanya dalam beberapa menit saja. Jika daya tahan tubuh        seorang korban kurang kuat (biasanya anak-anak), maka dalam waktu setengah        jam korban akan pingsan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Pertolongan medis sangat        diperlukan. Seberapa jauh pun tempat kejadian dari instalasi medis, usaha        evakuasi harus dilakukan dan diusahakan secepatnya. Meskipun sengatan        Ubur-ubur <strong>Kapal Perang Portugis </strong>diketahui tidaklah terlaku fatal,        tapi bagi korban dengan daya tubuh yang tidak kuat maka kehilangan nyawa        bukanlah hal yang mustahil.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<table id="AutoNumber2" style="border-collapse:collapse;border-left-width:0;border-top-width:0;border-bottom-width:0;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-top:medium none #ffffff;border-bottom:medium none #808080;border-left-style:none;border-left-width:medium;" width="7%"></td>
<td style="border-style:solid;border-width:1px;" width="93%">
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;padding:0;"><span style="font-family:Verdana;color:#008000;font-size:x-small;"><strong>Nematocyst – Sel-sel            Penyengat</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;padding:0;"><span style="font-family:Verdana;color:#008000;font-size:x-small;"> Hewan tak bertulang            belakang (invertebrata) laut terdiri dari beberapa Phylum. Salah            satunya adalah phylum <strong>Cnidaria </strong>yang terdiri dari beberapa Class            di antaranya adalah: anemone, ubur-ubur, koral, dan karang api (<em>Millepora</em>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;padding:0;"><span style="font-family:Verdana;color:#008000;font-size:x-small;"> Semua hewan            dari phylum ini mempunyai alat untuk mempertahankan diri sekaligus            untuk mencari mangsa yang berbentuk semacam sel di mana di dalam sel            ini terdapat semacam harpun lengkap dengan tali untuk menarik mangsa            agar tidak lepas dari cengkeraman mereka. Pada hewan-hewan ini <em> nematocyst </em>berjumlah sangat banyak dan terdapat pada            tentakel-tentakelnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-indent:0.5in;padding:0;"><span style="font-family:Verdana;color:#008000;font-size:x-small;">Cara kerja sel-sel ini            adalah jika mereka bersentuhan langsung dengan semua materi yang            mengandung protein (materi pada mangsa mereka, juga sekaligus adalah            materi pada daging dan kulit manusia), maka secara otomatis harpun            akan terpicu lepas dan menancap pada mangsa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-indent:0.5in;padding:0;"><span style="font-family:Verdana;color:#008000;font-size:x-small;">Kekuatan penetrasi dan            racun <em>nematocyst</em> beragam pada masing-masing spesies. Pada            Anemone Jagung (<em>Entacmea quadricolor</em>) misalnya hanya akan            terasa seperti lengket-lengket saja pada kulit dan tidak akan melukai            manusia. Pada Anemone Karpet <em>nematocyst </em>ini cukup kuat menancap            hingga jika dipaksakan untuk diangkat maka tentakel-tentakel kecil            yang menempel akan putus dan tetap melekat pada kulit. Beberapa            ubur-ubur lain akan cukup membuat kulit terasa gatal sepanjang hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-indent:0.5in;padding:0;"><span style="font-family:Verdana;color:#008000;font-size:x-small;">Tapi pada beberapa hewan            lain seperti <em>Millepora</em> (<strong>Karang Api</strong>) dan Ubur-ubur <strong> Kapal Perang Portugis</strong>,<strong> </strong>efek yang dirasakan sudah berupa            rasa terbakar yang luar biasa dan bisa berakibat hilangnya kesadaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;padding:0;"><span style="font-family:Verdana;color:#008000;font-size:x-small;"> Penetrasi <em> nematocyst </em>juga dipengaruhi oleh ketebalan kulit manusia. Misalnya,           <em>nematocyst </em><strong>anemone Clown </strong>(<em>Heteractis magnifica</em>)            tidak akan mampu menembus jaringan kulit di sekitar ujung jari yang            relatif tebal, tapi dengan mudal sel-sel penyengat ini dapat menembus            kulit di sekitar lengan dan daerah kulit lain. Efek dari bisa <em> Heteractis magnifica</em> ‘hanya’ membuat lengan menjadi kejang ringan            (kram) selama beberapa jam saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;padding:0;"><span style="font-family:Verdana;color:#008000;font-size:x-small;"> <em>Nematocyst </em>tidak            dimiliki oleh hewan-hewan laut selain dari phylum <strong><em>Cnidaria</em>,</strong> seperti ikan, Bulu Babi, gurita, ular laut, dan lain-lain.</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table id="AutoNumber1" style="border-collapse:collapse;border-width:0;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="100%"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Pari Penyengat (Sting Ray)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Pari Penyengat mempunyai sengat di        tengah ekornya berupa semacam tanduk kecil yang bisa diarahkan ke atas        untuk melindungi dirinya. Banyak pari laut hidup di pantai tidak berkarang        dan mencari mangsa berupa moluska-moluska yang berada di dalam pasir.        Kemungkinan sengatan sering terjadi pada kaki perenang yang menginjaknya        dengan tidak sengaja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Beberapa jenis ikan laut        ini juga tinggal di daerah berkarang dan mempunyai warna yang relatif        lebih indah daripada spesies yang tersebut di atas. Ikan-ikan pari ini        biasanya relatif lebih kecil dan cocok untuk dikoleksi sebagai penghias        akuarium. Untuk itu penanganan yang hati-hati perlu dilakukan oleh akuaris        untuk menghindari sengatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Ada cara lain yang bisa        dilakukan untuk mengatasi sengatan ikan pari ini adalah dengan        ‘mengamputasi’ sengat dari pari tersebut. Yaitu dengan cara ikan pari        dipegang dan tanduk penyengat dicabut dengan menggunakan tang atau alat        lain. Tetapi cara ini hanya bersifat sementara saja karena tanduk        sengatnya akan tumbuh kembali setelah beberapa bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Efek dari sengatan pari        ini berupa rasa sakit yang cukup kuat hingga kehilangan kesadaran diri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong><em>Millepora </em>(Karang Api)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Sepintas Karang Api mirip dengan        bunga karang lain dari Class <em>Anthozoa </em>(koral dan anemone) yang        relatif sengatannya tidaklah berakibat kesakitan bagi manusia. Tetapi        sengatan Karang Api bisa mengakibatkan rasa sakit atau terbakar yang        sangat kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Meskipun Karang Api juga        termasuk bunga karang yang mudah untuk dipelihara di dalam akuarium,        tetapi lebih bijak jika pemeliharaannya tidak dilakukan karena seringnya        terjadi kontak antara penghobi dan bunga karang peliharaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Efek yang mirip dengan        sengatan Karang Api adalah Anemone Api.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Lionfish atau Scorpionfish (<em>Pterois        volitans</em>, dan beberapa jenis lain yang mirip)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Tidak seperti sepupu mereka <em> Frogfish </em>dan <em>Anglerfish</em>, <em>Scorpionfish </em>atau <em>Lionfish </em>ini  mempunyai bisa yang relatif tidak berakibat fatal bagi manusia,        meskipun rasa sakit dan kejang dapat dialami oleh korban. Bisa ikan ini        terdapat pada ujung-ujung sirip atas renangnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Karena sifatnya yang hampir tanpa        pemangsa di alam bebas, maka ikan ini di dalam akuarium juga bersifat tak        acuh terhadap sekelilingnya, termasuk jika akuaris memasukkan tangannya ke        dalam akuarium untuk membenahi sesuatu, misalnya. Di sinilah kecelakaan        bisa dan sering terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Rasa sakit yang hampir sama bisa        didapat dari racun pada ikan <strong>Samadar Cicit </strong>(<strong>FoxFace</strong>, <em> Siganus vulpinus</em>) dan Lele Laut (<strong>Striped Catfish</strong>, <em>Plotosus        lineatus</em>). Hanya saja karena sifat pemalu ikan-ikan yang disebut        terakhir ini, maka jumlah kecelakaan dengannya relatif lebih jarang tejadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Letter Six, Botana Naso, dan        berbagai Botana lainnya</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Letter Six (<em>Pacanthurus        hepatus</em>) atau si Dory dalam film Nemo, Botana Naso (<strong>Naso Tang</strong>)        dan berbagai jenis botana lainnya dikenal dari keluarga Acanthuridae atau        Surgeonfish (dokter bedah) karena pada ikan-ikan ini yang sudah dewasa        terdapat semacam <em>scalpel </em>(pisau bedah yang tajam) pada bagian        ekornya.       <img src="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun07.jpg" border="0" alt="" width="250" height="166" align="left" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Tidak ada literatur yang        menyebutkan bahwa ‘pisau’ ini mengandung racun, tetapi dari berbagai        sumber yang telah mengalami kecelakaan langsung dengannya disebutkan bahwa        rasa sakit juga dialami oleh korban-korban ‘dokter bedah’ ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Kategori Ketiga: Efek sakit ringan        atau efek-efek lain.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Efek sakit ringan atau efek-efek        lainnya bisa disebabkan oleh kontak dengan <em>nematocyst </em>dengan        tingkat penetrasi yang kecil atau keracunan lendir koral (mucus) melalui        selaput lendir manusia seperti bibir, mata, hidung dan lain-lain. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Seperti disebutkan dalam        box, penetrasi <em>nematocyst</em> ringan tetap dapat terjadi jika yang        terkena adalah daerah dengan ketebalan kulit yang relatif lebih tipis        dibandingkan dengan ujung jari manusia. <em>Nematocyst </em>dari beberapa        jenis anemone seperti <strong>anemone clown </strong>atau <strong>anemone karpet </strong>bisa        mengakibatkan kejang ringan. Sengatan <em>nematocyst </em>yang berupa        seperti luka bakar karena sundutan rokok bisa melekat sampai dengan satu        bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Untuk keracunan lendir        koral bisa terjadi karena kurangnya kebersihan dari akuaris sendiri,        misalnya sesudah menangani atau memegang koral kemudian tanpa mencuci        tangannya. Lendir dari <strong>polyp kancing </strong>(<em>Palythoa sp</em>.) bisa        masuk melalui mulut. Beberapa laporan menyebutkan bahwa bibir menjadi        terasa tebal, sulit menggerakkan mulut, dan pembengkakan pada bibir.        Pertolongan medis sangat dianjurkan untuk jenis keracunan seperti ini,        meski belum pernah diketahui adanya akibat yang fatal dari keracunan        lendir koral ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> <strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong>Pertolongan Pertama</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong> </strong>Pertolongan pertama hanya        bisa dilakukan terhadap korban dari kategori kedua dan ketiga, meskipun        usaha pertolongan terhadap kategori pertama tetap harus dilakukan, tapi        pertolongan secara medislah yang harus diutamakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Pertolongan pertama yang bisa        dilakukan terhadap korban-korban hewan laut adalah dengan menggunakan <strong> air hangat-panas</strong>. Semua racun hewan laut, baik itu yang terdapat pada       <em>nematocyst <strong>Cnidaria </strong></em>ataupun bisa dari gurita, ular laut,        duri ikan, dan lain-lain, adalah dalam bentuk protein. Sifat dari protein        adalah susunan kimiawi mereka akan rusak jika terkena temperatur yang        panas. Jika susunan kimiawi protein ini rusak, maka dengan sendirinya        sifat racun dari suatu protein akan hilang dengan sendirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Untuk itu pertolongan        pertama yang dapat diberikan pada korban adalah dengan merendam tempat        terjadinya kontak dengan air sepanas mungkin, di mana penderita masih bisa        menahan rasa panas ini. <strong>Hati-hati </strong>menggunakan <strong>air yang terlalu        panas </strong>sehingga malah mengakibatkan <strong>luka bakar yang sesungguhnya!</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"><strong> </strong>Usahakan merendam        luka dengan daerah sekitarnya untuk mengatasi racun yang sudah mulai        menyebar melalui jaringan pembuluh darah. Misalnya jika yang terkena        adalah ujung jari, maka diusahakan seluruh lengan juga direndam dengan air        panas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;"> Setelah beberapa menit (sekitar        10 sampai dengan 15 menit) pertolongan pertama ini dilakukan, maka usaha        perawatan medis tetap tidak boleh dikesampingkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;color:#006699;">Selain usaha pertolongan dan        perawatan di atas, sebaiknya usaha menghidari adalah yang terbaik.        Terutama untuk kejadian yang masuk pada kategori fatal. Hewan-hewan dengan        tingkat racun yang dapat mengakibatkan luka yang serius bagi pemeliharanya        bukanlah hewan yang patut untuk dipelihara. </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/madue.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/madue.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madue.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madue.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madue.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madue.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madue.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madue.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madue.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madue.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madue.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madue.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madue.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madue.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madue.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madue.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madue.wordpress.com&amp;blog=3384080&amp;post=9&amp;subd=madue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madue.wordpress.com/2008/05/10/laut-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f835fc4f59226bc0c5d565505a361c9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">madue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun00.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun03.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun04.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun05.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun06.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://akuasis.celebfact.com/gambar/beracun07.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Puisi lama</title>
		<link>http://madue.wordpress.com/2008/05/10/puisi-lama/</link>
		<comments>http://madue.wordpress.com/2008/05/10/puisi-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 06:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madue</dc:creator>
				<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madue.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Puisi Lama &#8220;Bidal&#8221; Pada awalnya, pengertian bidal sebatas nama benda penutup ujung jari tangan yang biasa dipakai saat menjahit agar tangan tidak tertusuk jarum. Namun dalam perkembangan selanjutnya, Bidal lebih diartikan sebagai peribahasa atau pepatah yang mengandung nasihat, peringatan, sindiran, dan sebagainya. bidal biasanya berupa kalimat singkat yang memiliki makna kiasan atau figuratif yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madue.wordpress.com&amp;blog=3384080&amp;post=7&amp;subd=madue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Mengenal Puisi Lama &#8220;Bidal&#8221;</h1>
<p><img src="http://i227.photobucket.com/albums/dd130/golex89/cooltext72274347.jpg" alt="" align="right" /></p>
<hr /><!-- get your own widget at http://spotback.com --></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:justify;">Pada awalnya, pengertian bidal sebatas nama benda penutup ujung jari tangan yang biasa dipakai saat menjahit agar tangan tidak tertusuk jarum. Namun dalam perkembangan selanjutnya, Bidal lebih diartikan sebagai peribahasa atau pepatah yang mengandung nasihat, peringatan, sindiran, dan sebagainya. bidal biasanya berupa kalimat singkat yang memiliki makna kiasan atau figuratif yang bertujuan menangkis, menyanggah, atau menyindir. Pengungkapan pikiran dan perasaan demikian tidak secara langsung, tapi dengan sindiran, ibarat, dan perbandingan. Dilihat dari bentuknya, bidal tergolong dalam puisi lama. Alasannya bentuk bidal yang singkat atau tidak sepanjang prosa.  <span style="font-weight:bold;">Pembagian Bidal</span> <span style="font-weight:bold;color:#ff0000;">1. Peribahasa</span> Merupakan bahasa kiasan atau figuratif yang bisa berupa kalimat ataupun kelompok kata yang tetap susunannya. Contoh:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-weight:bold;">Bagai api dengan asap</span> artinya utuh dan tidak bisa bercerai lagi/selalu bersama-sama.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Bagai kerbau dicocok hidungnya</span> artinya tidak ada pendirian/selalu mengekor kepada orang lain.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Bagai mencincang air</span> artinya melakukan perbuatan yang sia-sia.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Bahasa menunjukkan bangsa </span>artinya tabiat seseorang dapat dari cara mereka bertutur kata.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Bagai padi makin berisi makin merunduk</span> artinya semakin tinggi ilmunya semakin rendah hatinya.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Bagai air titik ke batu</span> artinya sukar sekali memberikan wejangan/nasihat kepada orang jahat.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;color:#ff0000;">2. Pepatah</span> Merupakan peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran dari orang tua. Contoh:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-weight:bold;">Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua</span> artinya budi baik seseorang itu jangan dilupakan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;color:#ff0000;">3. Perumpamaan</span> Merupakan peribahasa yang berisikan perbandingan-perbandingan, biasanya menggunakan kata-kata, <span style="font-style:italic;">seperti</span>, <span style="font-style:italic;">bak</span>, <span style="font-style:italic;">laksana</span>, <span style="font-style:italic;">bagai</span>, <span style="font-style:italic;">umpama</span>. Contoh:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-weight:bold;">Seperti kera mendapat bunga</span> artinya orang yang tidak tahu/tidak dapat menghargai barang yang berguna.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Bagai ayam bertelur di padi </span>artinya seseorang yang menginginkan hidup yang bergelimang kesenangan dan kemewahan harta.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Bagai anjing beranak enam</span> artinya orang yang sangat kurus perawakannya.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Bagai kucing lepas senja </span>artinya sangat senang hingga lupa pulang.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Bagai pintu tak terpasak, perahu tak berkemudi </span>artinya sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya di kemudian hari.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;color:#ff0000;">4. Pameo</span> Merupakan peribahasa yang berupa semboyan, berfungsi untuk mengobarkan semangat/menghidupkan suasana. Contoh:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-weight:bold;">Gantungkan cita-citamu setinggi bintang</span> artinya agar kita tidak pesimis dan berusaha untuk mencapai cita-cita itu.</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Belakang parang pun akan tajam bila diasah terus-menerus</span> artinya betapapun bodohnya seseorang dapat diubah menjadi pintar bila ia belajar dengan sungguh-sungguh.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;color:#ff0000;">5. Ungkapan</span> Merupakan peribahasa yang berbentuk kelompok kata. Contoh:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-weight:bold;">Tebal muka </span>artinya tidak mempunyai malu</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Panjang tangan </span>artinya suka mengambil barang milik orang lain (suka mencuri)</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Kopi Pahit</span> artinya mendapat teguran</li>
<li><span style="font-weight:bold;">Sesat akal</span> artinya hilang akal atau gila</li>
<li><span style="font-weight:bold;">kaki tangan</span> artinya anak buah atau pesuruh</li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/madue.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/madue.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madue.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madue.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madue.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madue.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madue.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madue.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madue.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madue.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madue.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madue.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madue.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madue.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madue.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madue.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madue.wordpress.com&amp;blog=3384080&amp;post=7&amp;subd=madue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madue.wordpress.com/2008/05/10/puisi-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f835fc4f59226bc0c5d565505a361c9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">madue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i227.photobucket.com/albums/dd130/golex89/cooltext72274347.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>wowwwww&#8230;..</title>
		<link>http://madue.wordpress.com/2008/05/10/wowwwww/</link>
		<comments>http://madue.wordpress.com/2008/05/10/wowwwww/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 05:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madue</dc:creator>
				<category><![CDATA[keajaiban dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madue.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[KEAJAIBAN DUNIA Keindahan Alam yang Mengagumkan Tujuh Keajaiban Dunia merupakan keunggulan prestasi arsitektural dan seni pahatan masyarakat Timur Tengah dan masyarakat Mediterania kuno. Daftar Tujuh Keajaiban Dunia pada awalnya disusun sekitar abad kedua sebelum Masehi oleh sejarahwan Yunani yang bernama Antipater dari Sidon. Referensi pertama yang dari ide ini ditemukan dalam buku &#8220;History&#8221; oleh Herodutus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madue.wordpress.com&amp;blog=3384080&amp;post=8&amp;subd=madue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>KEAJAIBAN  DUNIA<!--end page_title--></h1>
<div id="linksarea"><a class="menulinks" href="http://keajaibandunia.8m.net/index.html"></a><a class="menulinks" href="http://keajaibandunia.8m.net/slide_show.html"><br />
</a></div>
<h2><!--begin heading_1--> Keindahan Alam yang Mengagumkan<!--end heading_1--></h2>
<p><!-- text here--></p>
<div class="textarea">
<div class="textbox1">
<div id="text_1" class="textitem"><!--begin text_1--></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-family:Arial;color:#006633;">Tujuh Keajaiban Dunia merupakan keunggulan prestasi arsitektural dan seni pahatan masyarakat Timur Tengah dan masyarakat Mediterania kuno. Daftar Tujuh Keajaiban Dunia pada awalnya disusun sekitar abad kedua sebelum Masehi oleh sejarahwan Yunani yang bernama Antipater dari Sidon. </span></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-family:Arial;color:#006633;">Referensi pertama yang dari ide ini ditemukan dalam buku &#8220;History&#8221; oleh Herodutus pada abad kelima sebelum Masehi. Daftar yang sekarang disusun sekitar Abad Pertengahan oleh seorang seniman Belanda bernama Maerten van Heemskerck (1498 &#8211; 1574). Referensi lainnya yang masih dikenali disusun oleh Johan Fischer von Erlach dalam History of Architecture. </span></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-family:Arial;color:#006633;">Saat ini bukti &#8211; bukti arkeologis menyibak tabir misteri yang menyelimuti sejarah dari ketujuh Keajaiban Dunia untuk berabad-abad lamanya. Bagi para pendirinya, Tujuh Keajaiban Dunia adalah perayaan atas keagamaan, mitologi, kesenian, kehebatan dan ilmu pengetahuan. </span></span></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-family:Arial;color:#006633;">Bagi kita sekarang ini, Tujuh Keajaiban Dunia merefleksikan kemampuan manusia untuk mengubah fondasi dasar dengan membangun bangunan yang walaupun besar dan kokoh tetapi tetap memancarkan keindahan. Salah satunya bahkan tetap bertahan kokoh ditelan waktu sampai saat ini.</span> </span></p>
<p><!--end text_1--></div>
<h3><!--begin heading_2--> ENAM SET TUJUH KEAJAIBAN <!--end heading_2--></h3>
<div id="text_2" class="textitem"><!--begin text_2--><span style="font-family:Sans Serif;color:#990000;">Ada beberapa pertentangan diantara sumber mengenai Tujuh Keajaiban Dunia, dan dengan alasan yang cukup baik. Setiap jaman telah menambah beberapa pencapaian dan penemuan, memberikan kita banyak keajaiban untuk dilihat dan dikagumi. Banyak orang beranggapan ada enam set Keajaiban Dunia.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Sans Serif;color:#990000;">Keajaiban Dunia Kuno</span></li>
<li><span style="font-family:Sans Serif;color:#990000;">Keajaiban Dunia Pertengahan </span></li>
<li><span style="font-family:Sans Serif;color:#990000;">Keajaiban Dunia Alami </span></li>
<li><span style="font-family:Sans Serif;color:#990000;">Keajaiban Dunia Bawah Air</span></li>
<li><span style="font-family:Sans Serif;color:#990000;">Keajaiban Dunia Modern</span></li>
<li><span style="font-family:Sans Serif;color:#990000;">Tujuh Keajaiban Dunia Baru</span></li>
</ol>
<p><!--end text_2--></div>
</div>
<div class="textbox2">
<div id="image_1" class="imageitem"><!--begin image_1--><img src="http://keajaibandunia.8m.net/images/images.jpg" border="0" alt="" width="150" height="98" /><!--end image_1--></div>
<h3><!--begin heading_3--> <!--end heading_3--></h3>
<div id="text_3" class="textitem"><!--begin text_3-->Kuil Artemis Di Efesus adalah salah satu keajaiban Dunia Kuno</p>
<p><!--end text_3--></div>
</div>
<div class="textbox1">
<h3><!--begin heading_4--> KEAJAIBAN DUNIA KUNO   <!--end heading_4--></h3>
<div id="text_4" class="textitem"><!--begin text_4--> Berbagai keajaiban kuno telah disetujui oleh beberapa pihak dari berbagai negara. Segala sesuatu mengenai keajaiban kuno tersebut berdasarkan dari sejarah, langkah pembuatan, serta fungsi dari bangunan kuno yang dianggap identik.<!--end text_4--></div>
<div id="link_1" class="linkitem"><!--begin link_1--><a href="http://keajaibandunia.8m.net/secret_ipa4@yahoo.com" target="fs_body">secret_ipa4@yahoo.com</a><!--end link_1--></div>
<h3><!--begin heading_5--> Macam-macam Keajaiban Kuno<!--end heading_5--></h3>
<div id="text_5" class="textitem" style="text-align:justify;"><!--begin text_5--> 1. Colossus di Rhodes<br />
2. Taman Menggantung di Babilonia<br />
3. Mouseleum di Halicarnassus<br />
4. Mercusuar Pharos di Alexandria<br />
5. Piramida Besar Cheops di Giza<br />
6. Patung Zeus di Olimpia<br />
7. Kuil Artemis di Efesus</div>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/madue.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/madue.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madue.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madue.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madue.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madue.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madue.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madue.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madue.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madue.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madue.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madue.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madue.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madue.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madue.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madue.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madue.wordpress.com&amp;blog=3384080&amp;post=8&amp;subd=madue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madue.wordpress.com/2008/05/10/wowwwww/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f835fc4f59226bc0c5d565505a361c9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">madue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keajaibandunia.8m.net/images/images.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>DUNIA KU</title>
		<link>http://madue.wordpress.com/2008/05/03/dunia-ku/</link>
		<comments>http://madue.wordpress.com/2008/05/03/dunia-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 05:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madue</dc:creator>
				<category><![CDATA[benda-benda langit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madue.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Tata surya Gambaran umum Tata Surya (digambarkan tidak sesuai skala; dari kiri ke kanan): Pluto, Neptunus, Uranus, Saturnus, Yupiter, sabuk asteroid, Matahari, Merkurius, Venus, Bumi dan Bulan, dan Mars. Sebuah komet digambarkan di sebelah kiri.Tata surya (bahasa Inggris: solar system) terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madue.wordpress.com&amp;blog=3384080&amp;post=6&amp;subd=madue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="firstHeading">Tata surya</h1>
<p><!-- start content --></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:352px;"><a class="image" title="Pluto, Neptunus, Uranus, Saturnus, Yupiter, sabuk asteroid, Matahari, Merkurius, Venus, Bumi dan Bulan, dan Mars. Sebuah komet digambarkan di sebelah kiri." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Solar_sys.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c2/Solar_sys.jpg/350px-Solar_sys.jpg" border="0" alt="Pluto, Neptunus, Uranus, Saturnus, Yupiter, sabuk asteroid, Matahari, Merkurius, Venus, Bumi dan Bulan, dan Mars. Sebuah komet digambarkan di sebelah kiri." width="350" height="220" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Solar_sys.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Gambaran umum Tata Surya (digambarkan tidak sesuai skala; dari kiri ke kanan): <a title="Pluto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pluto">Pluto</a>, <a title="Neptunus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neptunus">Neptunus</a>, <a title="Uranus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uranus">Uranus</a>, <a title="Saturnus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus">Saturnus</a>, <a title="Yupiter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yupiter">Yupiter</a>, <a title="Asteroid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asteroid">sabuk asteroid</a>, <a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari">Matahari</a>, <a title="Merkurius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merkurius">Merkurius</a>, <a class="mw-redirect" title="Venus (planet)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Venus_%28planet%29">Venus</a>, <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a> dan <a class="mw-redirect" title="Bulan (satelit)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan_%28satelit%29">Bulan</a>, dan <a title="Mars" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mars">Mars</a>. Sebuah <a title="Komet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komet">komet</a> digambarkan di sebelah kiri.<strong>Tata surya</strong> (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>solar system</em>) terdiri dari sebuah <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> yang disebut <a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari">matahari</a> dan semua objek yang yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a> yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk <a title="Elips" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elips">elips</a>, <a title="Meteor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meteor">meteor</a>, <a title="Asteroid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asteroid">asteroid</a>, <a title="Komet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komet">komet</a>, <a class="mw-redirect" title="Planet kerdil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet_kerdil">planet-planet kerdil/katai</a>, dan <a title="Satelit alami" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit_alami">satelit-satelit alami</a>.</div>
</div>
</div>
<p>Tata surya dipercaya terbentuk semenjak 4,6 milyar tahun yang lalu dan merupakan hasil penggumpalan gas dan debu di angkasa yang membentuk <a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari">matahari</a> dan kemudian planet-planet yang mengelilinginya.  Tata surya terletak di tepi galaksi <a title="Bima Sakti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bima_Sakti">Bima Sakti</a> dengan jarak sekitar 2,6 x 10<sup>17</sup> km dari pusat <a title="Galaksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Galaksi">galaksi</a>, atau sekitar 25.000 hingga 28.000 <a title="Tahun cahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_cahaya">tahun cahaya</a> dari <a class="new" title="Pusat galaksi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pusat_galaksi&amp;action=edit&amp;redlink=1">pusat galaksi</a>. Tata surya mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 220 km/detik, dan dibutuhkan waktu 225–250 juta tahun untuk untuk sekali mengelilingi pusat galaksi. Dengan umur tata surya yang sekitar 4,6 milyar tahun, berarti tata surya kita telah mengelilingi pusat galaksi sebanyak 20–25 kali dari semenjak terbentuk.  Tata surya dikekalkan oleh pengaruh gaya gravitasi <a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari">matahari</a> dan sistem yang setara tata surya, yang mempunyai garis pusat setahun <a title="Kecepatan cahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecepatan_cahaya">kecepatan cahaya</a>, ditandai adanya taburan <a title="Komet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komet">komet</a> yang disebut awan Oort. Selain itu juga terdapat awan Oort berbentuk piring di bagian dalam tata surya yang dikenali sebagai awan Oort dalam.  Disebabkan oleh orbit <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a> yang membujur, jarak dan kedudukan <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a> berbanding kedudukan <a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari">matahari</a> berubah mengikut kedudukan <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a> di orbit.</p>
<table id="toc" class="toc" border="0" summary="Daftar isi">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>//&lt;![CDATA[ if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); } //]]&gt;  <a id="Asal_Usul_Tata_Surya" name="Asal_Usul_Tata_Surya"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Asal Usul Tata Surya</span></h2>
<p>Banyak hipotesis tentang asal usul tata surya telah dikemukakan para ahli, diantaranya :  <a id="Hipotesis_Nebula" name="Hipotesis_Nebula"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Hipotesis Nebula</span></h3>
<p>Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh <em>Immanuel Kant</em>(<a title="1724" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1724">1724</a>-<a title="1804" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1804">1804</a>) pada tahun <a title="1775" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1775">1775</a>. Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh <em>Pierre Marquis de Laplace</em> pada tahun <a title="1796" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1796">1796</a>. Oleh karena itu, hipotesis ini lebih dikenal dengan Hipotesis nebula Kant-Laplace. Pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari <a class="new" title="Debu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Debu&amp;action=edit&amp;redlink=1">debu</a>, <a title="Es" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Es">es</a>, dan <a title="Gas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas">gas</a> yang disebut <a title="Nebula" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nebula">nebula</a>. Unsur gas sebagian besar berupa <a title="Hidrogen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen">hidrogen</a>. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibatnya, suhu kabut memanas dan akhirnya menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan perputarannya semakin cepat. Selanjutnya cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat <a title="Gaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya">gaya</a> <a title="Gravitasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gravitasi">gravitasi</a>, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk <a class="new" title="Planet dalam (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Planet_dalam&amp;action=edit&amp;redlink=1">planet dalam</a>. Dengan cara yang sama, <a class="new" title="Planet luar (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Planet_luar&amp;action=edit&amp;redlink=1">planet luar</a> juga terbentuk.  <a id="Hipotesis_Planetisimal" name="Hipotesis_Planetisimal"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Hipotesis Planetisimal</span></h3>
<p>Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh <em>Thomas C. Chamberlain</em> dan <em>Forest R. Moulton</em> pada tahun <a title="1900" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900">1900</a>. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.  <a id="Hipotesis_Pasang_Surut_Bintang" name="Hipotesis_Pasang_Surut_Bintang"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Hipotesis Pasang Surut Bintang</span></h3>
<p>Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh <em>James Jean</em> dan <em>Herold Jaffries</em> pada tahun <a title="1917" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1917">1917</a>. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya matahari.  <a id="Hipotesis_Kondensasi" name="Hipotesis_Kondensasi"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Hipotesis Kondensasi</span></h3>
<p>Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama <em>G.P. Kuiper</em> (<a title="1905" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1905">1905</a>-<a title="1973" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1973">1973</a>) pada tahun <a title="1950" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950">1950</a>. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.  <a id="Hipotesis_Bintang_Kembar" name="Hipotesis_Bintang_Kembar"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Hipotesis Bintang Kembar</span></h3>
<p>Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh <em>Fred Hoyle</em> (<a title="1915" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1915">1915</a>-<a title="2001" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2001">2001</a>) pada tahun <a title="1956" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1956">1956</a>. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil.  <a id="Sejarah_penemuan" name="Sejarah_penemuan"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah penemuan</span></h2>
<p>Lima <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a> terdekat ke Matahari selain <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a> (<a title="Merkurius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merkurius">Merkurius</a>, <a title="Venus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Venus">Venus</a>, <a title="Mars" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mars">Mars</a>, <a title="Yupiter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yupiter">Yupiter</a> dan <a title="Saturnus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus">Saturnus</a>) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet#Sejarah_nama-nama_planet">nama sendiri untuk masing-masing planet</a>.  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. <a title="Galileo Galilei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Galileo_Galilei">Galileo Galilei</a> (1564-1642) dengan <a title="Teleskop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teleskop">teleskop</a> refraktornya mampu menjadikan mata manusia &#8220;lebih tajam&#8221; dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang.  Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan <a title="Venus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Venus">Venus</a>, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori <a class="new" title="Heliosentris (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Heliosentris&amp;action=edit&amp;redlink=1">heliosentris</a>, yaitu bahwa matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi, yang digagas oleh <a class="mw-redirect" title="Nicolaus Copernicus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nicolaus_Copernicus">Nicolaus Copernicus</a> (1473-1543) sebelumnya. Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh <a title="Merkurius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merkurius">Merkurius</a> hingga <a title="Saturnus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus">Saturnus</a>.  Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti <a class="mw-redirect" title="Christian Huygens" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Christian_Huygens">Christian Huygens</a> (1629-1695) yang menemukan <a title="Titan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titan">Titan</a>, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a>-<a title="Yupiter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yupiter">Yupiter</a>.  Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui <a title="Johannes Kepler" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Johannes_Kepler">Johannes Kepler</a> (1571-1630) dengan <a class="mw-redirect" title="Hukum Kepler" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Kepler">Hukum Kepler</a>. Dan puncaknya, <a class="mw-redirect" title="Sir Isaac Newton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sir_Isaac_Newton">Sir Isaac Newton</a> (1642-1727) dengan <a class="new" title="Hukum gravitasi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_gravitasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">hukum gravitasi</a>. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya  Pada <a title="1781" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1781">1781</a>, <a class="new" title="William Hechell (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=William_Hechell&amp;action=edit&amp;redlink=1">William Hechell</a> (1738-1782) menemukan <a title="Uranus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uranus">Uranus</a>. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. <a title="Neptunus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neptunus">Neptunus</a> ditemukan pada Agustus <a title="1846" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1846">1846</a>. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. <a title="Pluto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pluto">Pluto</a> kemudian ditemukan pada <a title="1930" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1930">1930</a>.  Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978, <a class="new" title="Charon (bulan) (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Charon_%28bulan%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">Charon</a>, satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto.  Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lain di belakang Neptunus (disebut <a title="Objek trans-Neptunus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Objek_trans-Neptunus">objek trans-Neptunus</a>) yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai objek <a title="Sabuk Kuiper" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sabuk_Kuiper">Sabuk Kuiper</a> (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Obyek Sabuk Kuiper di antaranya <a class="new" title="Quaoar (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Quaoar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Quaoar</a> (1.250 km pada Juni 2002), <a class="new" title="Huya (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Huya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Huya</a> (750 km pada Maret 2000), <a class="mw-redirect" title="Sedna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sedna">Sedna</a> (1.800 km pada Maret 2004), <a class="new" title="Orcus (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orcus&amp;action=edit&amp;redlink=1">Orcus</a>, <a class="new" title="Vesta (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vesta&amp;action=edit&amp;redlink=1">Vesta</a>, <a class="new" title="Pallas (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pallas&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pallas</a>, <a class="new" title="Hygiea (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hygiea&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hygiea</a>, <a class="mw-redirect" title="Varuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Varuna">Varuna</a>, dan <a class="new" title="2003 EL61 (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=2003_EL61&amp;action=edit&amp;redlink=1">2003 EL61</a> (1.500 km pada Mei 2004).  Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Obyek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan <a class="mw-redirect" title="UB 313" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UB_313">UB 313</a> (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya <a title="Xena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Xena">Xena</a>. Selain lebih besar dari Pluto, obyek ini juga memiliki satelit.  <a id="Daftar_jarak_planet" name="Daftar_jarak_planet"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Daftar jarak planet</span></h2>
<p>Daftar <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a> dan jarak rata-rata <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a> dengan matahari dalam tata surya adalah seperti berikut:</p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td align="right">57,9 juta kilometer</td>
<td>ke <a title="Merkurius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merkurius">Merkurius</a></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">108,2 juta kilometer</td>
<td>ke <a class="mw-redirect" title="Venus (planet)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Venus_%28planet%29">Venus</a></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">149,6 juta kilometer</td>
<td>ke <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">227,9 juta kilometer</td>
<td>ke <a title="Mars" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mars">Mars</a></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">778,3 juta kilometer</td>
<td>ke <a title="Jupiter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jupiter">Jupiter</a></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">1.427,0 juta kilometer</td>
<td>ke <a title="Saturnus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus">Saturnus</a></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">2.871,0 juta kilometer</td>
<td>ke <a title="Uranus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uranus">Uranus</a></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">4.497,0 juta kilometer</td>
<td>ke <a title="Neptunus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neptunus">Neptunus</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Terdapat juga <a class="new" title="Lingkaran asteroid (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lingkaran_asteroid&amp;action=edit&amp;redlink=1">lingkaran asteroid</a> yang kebanyakan mengelilingi <a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari">matahari</a> di antara orbit <a title="Mars" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mars">Mars</a> dan <a title="Jupiter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jupiter">Jupiter</a>.  Karena rotasinya terhadap sumbu masing-masing, garis <a title="Khatulistiwa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khatulistiwa">khatulistiwa</a> menjadi lingkar terpanjang yang terdapat di setiap <a title="Planet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet">planet</a> dan <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a>.</p>
<h1 class="firstHeading">Teleskop</h1>
<h3><strong>Teleskop</strong> adalah <a class="new" title="Instrumen (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Instrumen&amp;action=edit&amp;redlink=1">instrumen</a> <a title="Pengamatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengamatan">pengamatan</a> yang berfungsi mengumpulkan <a title="Radiasi elektromagnetik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi_elektromagnetik">radiasi elektromagnetik</a> dan sekaligus membentuk <a title="Citra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Citra">citra</a> dari <a title="Benda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benda">benda</a> yang diamati<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teleskop#cite_note-0">[1]</a></sup>. Teleskop barangkali merupakan alat paling penting di dalam ilmu <a title="Astronomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Astronomi">astronomi</a>. Teleskop memperbesar <a class="new" title="Ukuran sudut (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ukuran_sudut&amp;action=edit&amp;redlink=1">ukuran sudut</a> benda, dan juga <a class="new" title="Kecerahan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kecerahan&amp;action=edit&amp;redlink=1">kecerahannya</a>. <a title="Galileo Galilei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Galileo_Galilei">Galileo</a> diakui menjadi yang pertama dalam menggunakan teleskop untuk maksud astronomis. Pada awalnya teleskop dibuat hanya dalam rentang <a title="Panjang gelombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panjang_gelombang">panjang gelombang</a> <a title="Spektrum optik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum_optik">tampak</a> saja (seperti yang dibuat oleh Galileo, <a title="Isaac Newton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isaac_Newton">Newton</a>, <a class="new" title="Léon Foucault (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=L%C3%A9on_Foucault&amp;action=edit&amp;redlink=1">Foucolt</a>, <a class="new" title="George Ellery Hale (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=George_Ellery_Hale&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hale</a>, <a class="new" title="Aden Meinel (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aden_Meinel&amp;action=edit&amp;redlink=1">Meinel</a>, dan lainnya), kemudian berkembang ke panjang gelombang <a class="mw-redirect" title="Gelombang radio" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_radio">radio</a> setelah tahun <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a>, dan kini teleskop meliput seluruh <a title="Spektrum elektromagnetik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum_elektromagnetik">spektrum elektromagnetik</a> setelah makin majunya <a title="Penjelajahan angkasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penjelajahan_angkasa">penjelajahan angkasa</a> setelah tahun <a title="1960" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1960">1960</a>.</h3>
<p><!-- start content -->Jenis teleskop (biasanya optik) yang dipakai untuk maksud bukan astronomis antara lain adalah <em>transit</em>, <a class="new" title="Monokular (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Monokular&amp;action=edit&amp;redlink=1">monokular</a>, <a title="Binokular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Binokular">binokular</a>, <a class="new" title="Lensa kamera (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lensa_kamera&amp;action=edit&amp;redlink=1">lensa kamera</a>, atau <em>keker</em>.  <a id="Sejarah" name="Sejarah"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>[[Berkas:|thumb|Teleskop Galileo]] Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung <a title="Mitologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mitologi">mitologi</a>. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia &#8220;lebih tajam&#8221; dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata bugil.  Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan <a class="mw-redirect" title="Venus (planet)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Venus_%28planet%29">Venus</a>, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti <a class="mw-redirect" title="Christian Huygens" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Christian_Huygens">Christian Huygens</a> (<a title="1629" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1629">1629</a>-<a title="1695" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1695">1695</a>) yang menemukan <a title="Titan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titan">Titan</a>, satelit <a title="Saturnus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus">Saturnus</a>, yang berada hampir 2 kali jarak orbit <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a>-<a title="Yupiter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yupiter">Yupiter</a>.  Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui <a title="Johannes Kepler" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Johannes_Kepler">Johannes Kepler</a> (1571-1630) dengan <a class="mw-redirect" title="Hukum Kepler" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Kepler">Hukum Kepler</a>. Dan puncaknya, <a class="mw-redirect" title="Sir Isaac Newton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sir_Isaac_Newton">Sir Isaac Newton</a> (1642-1727) dengan <a class="new" title="Hukum gravitasi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_gravitasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">hukum gravitasi</a>. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya .  <a id="Teleskop_optik_terkenal" name="Teleskop_optik_terkenal"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Teleskop optik terkenal</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" title="Hubble Space Telescope mengorbit di atas bumi." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Hubble_01.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/Hubble_01.jpg/180px-Hubble_01.jpg" border="0" alt="Hubble Space Telescope mengorbit di atas bumi." width="180" height="146" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Hubble_01.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a class="mw-redirect" title="Hubble Space Telescope" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hubble_Space_Telescope">Hubble Space Telescope</a> mengorbit di atas bumi.</div>
</div>
</div>
<ul>
<li><a class="mw-redirect" title="Hubble Space Telescope" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hubble_Space_Telescope">Hubble Space Telescope</a> mengorbit di luar <a class="mw-redirect" title="Atmosfir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfir">atmosfir</a> bumi untuk dapat mengijinkan pengamatan yang tidak terganggu oleh <a class="new" title="Refraksi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Refraksi&amp;action=edit&amp;redlink=1">refraksi</a>, dengan itu dia dapat <a title="Difraksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Difraksi">difraksi</a> terbatas dan digunakan untuk meliputi <a title="Ultraungu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ultraungu">ultraungu</a> (UV) dan <a title="Inframerah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inframerah">inframerah</a>.</li>
<li><a class="new" title="Very Large Telescope (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Very_Large_Telescope&amp;action=edit&amp;redlink=1">Very Large Telescope</a> (VLT), pada <a title="2002" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2002">2002</a>, merupakan pemegang rekor dalam ukuran, dengan empat teleskop berukuran masing-masing 8 <a title="Meter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meter">meter</a>. Keempat teleskop, milik <a class="new" title="ESO (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=ESO&amp;action=edit&amp;redlink=1">ESO</a> dan terletak di <a class="new" title="Gurun Atacama (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gurun_Atacama&amp;action=edit&amp;redlink=1">gurun Atacama</a> di <a class="mw-redirect" title="Chile" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chile">Chile</a>, dapat beroperasi bersama atau individual.</li>
<li><a class="new" title="Overwhelmingly Large Telescope (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Overwhelmingly_Large_Telescope&amp;action=edit&amp;redlink=1">Overwhelmingly Large Telescope</a> atau OWL yang direncanakan akan memiliki aperture 100 meter dalam diameter.</li>
<li><a class="new" title="Hale telescope (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hale_telescope&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hale telescope</a> 200 inch (5.08 m) di Gunung Palomar adalah sebuah teleskop riset konvensional yang merupakan terbesar untuk beberapa tahun dulunya. Dia memiliki cermin borosilikat (<a class="new" title="Pyrex (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pyrex&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pyrex</a>™) yang terkenal amat sulit dibuat.</li>
<li>Hooker Telescope 100 inch (2.54 m) di <a class="new" title="Observatorium Gunung Wilson (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Observatorium_Gunung_Wilson&amp;action=edit&amp;redlink=1">Observatorium Gunung Wilson</a> digunakan oleh <a class="new" title="Edwin Hubble (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Edwin_Hubble&amp;action=edit&amp;redlink=1">Edwin Hubble</a> untuk menemukan <a title="Galaksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Galaksi">galaksi</a> dan <a class="mw-redirect" title="Redshift" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Redshift">redshift</a>. Cerminnya terbuat dari gelas hijau oleh <a class="new" title="Saint-Gobain (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saint-Gobain&amp;action=edit&amp;redlink=1">Saint-Gobain</a>. Sekarang merupakan sebagian dari apertur sintetis bersamaan dengan beberapa teleskop Gunung Wilson lainnya, dan masih berguna untuk riset tingkat tinggi.</li>
<li><a class="new" title="Observatorium Yerkes (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Observatorium_Yerkes&amp;action=edit&amp;redlink=1">Teleskop Yerkes</a> 1.02 m (di <a title="Wisconsin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wisconsin">Wisconsin</a>) adalah refraktor terarah terbesar yang digunakan.</li>
<li><a class="new" title="Observatorium Nice (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Observatorium_Nice&amp;action=edit&amp;redlink=1">Refraktor Nice</a> 0.76 m (di <a class="mw-redirect" title="Prancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prancis">Prancis</a>) yang beroperasi pada <a title="1888" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1888">1888</a> merupakan teleskop terbesar pada masa itu. Ini merupakan terakhir kalinya teleskop berguna terhebat di dunia yang terletak di Eropa. Dia dikalahkan satu tahun kemudian oleh refraktor 0,91m di <a class="new" title="Obersvatorium Lick (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Obersvatorium_Lick&amp;action=edit&amp;redlink=1">Obersvatorium Lick</a>.</li>
<li><a class="new" title="Refraktor (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Refraktor&amp;action=edit&amp;redlink=1">Refraktor</a> terbesar yang pernah dibuat terletak di <a title="Perancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis">Perancis</a>. Dia ditampilkan pada <a title="Paris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a> Eksposition pada 1900. Proyek ini merupakan proyek gagal.</li>
</ul>
<p><strong>TATA SURYA</strong></p>
<table style="height:5950px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="470">
<tbody>
<tr>
<td width="470" valign="top" bgcolor="#ffffff">
<ul>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no1">Matahari</a></li>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no2">Merkurius</a></li>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no3">Venus</a></li>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no4">Bumi</a></li>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no5">Mars</a></li>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no6">Jupiter</a></li>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no7">Saturnus</a></li>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no8">Uranus</a></li>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no9">Neptunus</a></li>
<li><a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#no10">Pluto</a></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Selain planet-planet ada juga benda langit lainnya yang disebut satelit. Satelit adalah benda langit yang mengelilingi sebuah planet. Contohnya adalah bulan. Bulan adalah satu-satunya satelit bumi. Bulan bergerak mengitari bumi. Planet-planet yang lain juga memiliki satelit bahkan lebih dari satu. Misalnya Mars memiliki 2 satelit namanya Phobos dan Deimos. Saturnus memiliki satelit terbanyak :19 satelit !! Hampir semua planet memiliki satelit kecuali Merkurius dan Venus.</span> <a name="no1"></a></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"> Matahari <img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/matahari.GIF" border="0" alt="" width="150" height="112" /></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Matahari adalah pusat dari tata surya. Ukuran garis tengah matahari adalah 100 kali lebih besar dari bumi, sehingga jika matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, maka matahari bisa menampung lebih dari 1 juta bumi !! Bagi kita matahari itu super buesarrrr, tetapi ternyata di jagat raya matahari termasuk bintang yang ukurannya kecil. Masih ada bintang yang besarnya seratus kali dari matahari !!</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Jarak matahari dan bumi adalah<span> </span>sekitar 150 juta kilometer. Jauh ya ! Walaupun jaraknya jauh, panas yang berasal dari matahari masih bisa kita rasakan! Apalagi kalau pada siang hari bolong, kita akan merasakan teriknya matahari. Kalau begitu seberapa panas ya matahari itu ? Suhu di permukaan matahari mencapai 6000<span style="font-family:Symbol;">°</span>C ! Huihhh panasnya. Oleh karena itu di dalam matahari tidak ada benda padat. Semuanya berupa gas. <a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#top">Kembali ke  atas</a></span></p>
<p><a name="no2"></a></p>
<h2><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no2">Merkurius </a></span></h2>
<p><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/merkuri1.JPG" border="0" alt="" width="115" height="150" /> </span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Jaraknya dari matahari adalah sekitar 57 juta kilometer. Karena dekatnya dengan matahari, maka suhu di sana sangat panas pada siang hari yakni sekitar 427<span style="font-family:Symbol;">°</span>C. Tetapi pada malam hari suhunya menjadi sangat dingin bisa mencapai -178<span style="font-family:Symbol;">°</span>C. Sedangkan jaraknya dengan bumi 92 juta kilometer.</span> Semua planet berputar pada sumbunya. Perputaran itu disebut rotasi. Merkurius berputar lambat, satu putaran membutuhkan 58,6 hari. Selain berputar pada sumbunya semua planet bergerak mengelilingi matahari. Gerakan ini disebut gerakan orbital. Berbeda dengan gerakan rotasinya yang lambat, masa orbital Merkurius tergolong cepat yakni hanya membutuhkan 88 hari. Bandingkan dengan bumi yang membutuhkan waktu satu tahun (365,25 hari).  Merkurius adalah planet terkecil setelah Pluto. Ukurannya hanya 27% dari ukuran bumi. Permukaan Merkurius benjol-benjol mirip dengan permukaan bulan. Benjolan-benjolan itu muncul sebagai akibat benturan dengan meteor. <a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#top">Kembali ke  atas</a> <a name="no3"></a></p>
<h2><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no3">Venus </a></span></h2>
<p><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/venus1.GIF" border="0" alt="" width="126" height="150" /> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Planet kedua adalah Venus. Planet ini memancarkan sinar paling terang oleh karena itu sering disebut Bintang Fajar atau Binjang Senja. Jika langit sedang cerah pada pagi atau senja, lihatlah ke arah matahari terbit (pada pagi hari) atau tenggelam (pada sore hari), kamu akan melihat sebuah benda langit seperti bintang yang bercahaya cukup terang. Itulah planet Venus, bukan bintang. Planet, seperti juga bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Cahaya planet berasal dari cahaya matahari yang dipantulkannya. Mengapa Venus dapat terlihat lebih terang dibanding planet lainnya ? Penyebabnya adalah karena Venus memiliki atmosfir berupa awan tebal berwarna putih. Atmosfir inilah yang memantulkan cahaya matahari sehingga terlihat berkilau oleh kita di bumi.</span></span> Venus adalah planet yang paling dekat dengan bumi. Ukurannya pun hampir sama dengan bumi hanya lebih kecil sedikit. Diameternya kira-kira 12100 kilometer (bumi memiliki diameter 12755 kilometer).  Venus berotasi sangat lambat. Satu putaran rotasi membutuhkan waktu 243 hari. Sebaliknya Venus masa orbital cukup cepat yakni 225 hari. Jadi di Venus 1 tahun Venus lebih cepat dari pada 1 hari Venus !! <a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#top">Kembali ke  atas</a> <a name="no4"></a></p>
<h2><a name="no4">Bumi</a></h2>
<p><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/bumi1.GIF" border="0" alt="" width="150" height="150" /><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/bumi2.gif" border="0" alt="" width="150" height="150" /> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> Bumi adalah planet ketiga. Di sinilah kita manusia hidup. Sampai sekarang kita masih bertanya-tanya apakah kehidupan seperti yang ada di bumi hanya ada di bumi. Jika kita menyadari bahwa jagat raya ini amat luas dan bumi ibarat setetes air di dalam samudra, kemungkinan itu ada. Tetapi untuk lingkup tata surya sudah dapat dipastikan hanya di bumi sajalah terdapat kehidupan yang sangat berkembang.</span> Sebagian besar permukaan bumi berupa lautan yakni 70% dari seluruh permukaan. Sisanya adalah daratan yang tersusun dari dataran, gunung dan lembah. Bumi dilingkupi oleh atmosfer. Sebagian besar atmosfer bumi terdiri dari gas Nitrogen (4/5 bagian), sisanya (1/5 bagian) berupa gas Oksigen. Terdapat pula gas-gas lain tetapi kadarnya sangat kecil.  Walaupun bumi adalah tempat hidup kita, banyak hal tentang bumi yang belum kita ketahui. Rahasia-rahasia yang terkandung di dalam perut bumi dan dari dasar samudra masih banyak yang belum terungkap. Tahukah kalian bahwa umur bumi diperkirakan sudah mencapai 4,5 milyar (4.500.000.000) tahun !! Walaupun bagi ukuran kita, umur bumi sudah sangaaaaaat tua tetapi menurut ukuran jagat raya umur segitu masih tergolong muda, masih anak-anak !!!  Bumi memiliki sebuah satelit yakni bulan. Bulan bergerak mengelilingi bumi, dan waktu yang dibutuhkan untuk satu putaran adalah 29,5 hari. Kita dapat melihat dengan jelas bulan pada malam hari karena bulan memancarkan cahaya. Bulan seperti juga planet tidak menghasilkan cahaya sendiri, cahaya tersebut berasal dari matahari yang dipantulkan oleh bulan/planet. <a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#top">Kembali ke  atas</a> <a name="no5"></a></p>
<h2><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no5">Mars </a> <img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/mars1.gif" border="0" alt="" width="150" height="150" /><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/mars2.GIF" border="0" alt="" width="124" height="150" /></span></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> Planet berikutnya adalah planet Mars. Planet Mars disebut juga planet Merah karena memang terlihat bercahaya merah dari bumi. Warna merah tersebut disebabkan oleh karena permukaan planet Mars diselimuti debu merah karat.</span></span></span></p>
<p>Dibandingkan dengan bumi, ukuran Mars hanya separuh dari ukuran bumi. Tetapi Mars memiliki 2 satelit yaitu Phobos dan Deimos sedangkan bumi cuma satu.  Semula orang mengira ada kehidupan di Planet Mars. Untuk membuktikan dugaan ini, Amerika Serikat meluncurkan 2 pesawat Viking yang kemudian mendarat di Mars pada tahun 1976. Pesawat ini membawa contoh tanah dari Mars. Tetapi sayangnya dari hasil penelitian atas contoh tanah tersebut tidak ditemukan cukup bukti yang mendukung adanya kehidupan di Mars.  Lama rotasi Mars adalah<span> </span>25 jam (bandingkan dengan bumi yang 24 jam) dan masa orbitalnya adalah 687 hari. <a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#top">Kembali ke  atas</a> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no6"></a></span></span></p>
<h2><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no6">Jupiter </a> <img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/jupiter1.gif" border="0" alt="" width="150" height="150" /><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/jupiter2.gif" border="0" alt="" width="150" height="144" /><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/jupiter3.gif" border="0" alt="" width="150" height="150" /><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/jupiter4.jpg" border="0" alt="" width="150" height="114" /></span></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> Planet di urutan ke-lima adalah Jupiter. Jupiter adalah planet terbesar di tata surya kita. Garis tengahnya mencapai 11 kali garis tengah bumi. Jika Jupiter kita bayangkan sebagai sebuah wadah kososng, maka Jupiter dapat menampung 1310 buah planet bumi !!</span></span></span></p>
<p>Tetapi tidak sebanding dengan ukurannya, berat Jupiter hanya 2 ½ kali dari planet bumi. Planet ini ternyata tidak padat, tetapi lembek seperti bubur. Permukaannya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergolak.  Jupiter berputar pada porosnya sangat cepat (rotasi). Hanya dibutuhkan waktu 10 jam ! Dan ini adalah rotasi tercepat di tata surya. Jika dihitung kecepatan rotasi Jupiter adalah 35400 km/jam sedangkan bumi 1610 km/jam. Tetapi untuk mengelilingi matahari (orbital), Jupiter membutuhkan waktu jauh lebih lama yakni 12 tahun  Jupiter memiliki banyak sekali satelit yakni 16 buah. Empat buah satelit berukuran besar dan diberi nama : Ganymede (satelit terbesar di tata surya), Callisto, Europe dan Io. Dua belas satelit lainnya berukuran kecil dan diberi nama : Almathea, Himalia, Elara, Pasiphae, Sinope, Lysithea, Carme, Ananke, Leda (terkecil), Thebe, Adrastea dan Metis. <a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#top">Kembali ke  atas</a> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no7"></a></span></span></p>
<h2><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no7">Saturnus </a> <img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/saturnus.gif" border="0" alt="" width="122" height="150" /><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/saturnus2.jpg" border="0" alt="" width="150" height="114" /></span></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> Planet ke-enam tata surya ini sangat unik. Saturnus memiliki cincin-cincin yang mengitarinya. Cincin-cincin tersebut tidak lain dari potongan jutaan es yang mengelilingi Saturnus.</span></span></span></p>
<p>Saturnus adalah planet kedua terbesar di tata surya. Diameternya adalah 120.660 km atau 9 kali diameter bumi. Lama putaran rotasinya adalah 10 jam 14 menit (tercepat kedua setelah Jupiter) sedangkan masa orbitalnya 29.5 tahun.  Saturnus memiliki satelit paling banyak yakni 19 buah satelit ! Satelit yang terbesar adalah Titan, sedangkan satelit lainnya adalah : Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Hypherion, Iapetur, Phobe, Janus, Epimethius, Telesto, Calypso, Atlas, Pandora, Helene, Prometheus dan Pan. Satu satelit lagi belum diberi nama (mungkin kalian punya usulan). <a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#top">Kembali ke  atas</a> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no8"></a></span></span></p>
<h2><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no8">Uranus </a> <img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/uranus.gif" border="0" alt="" width="150" height="150" /></span></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> Planet ke-tujuh ini merupakan planet yang terdiri dari gas! Bukan dari tanah padat seperti di bumi. Keadaan di Uranus dingin dan beku. Suhu di permukaannya berkisar antara -233<span style="font-family:Symbol;">°</span>C sampai 213<span style="font-family:Symbol;">°</span>C (huihh.. dingin sekali!). Gas utama pada udara Uranus adalah Hidrogen, kemudian diikuti methana dan Helium.</span></span></span></p>
<p>Seperti Saturnus, Uranus ternyata memiliki cincin. Tetapi berbeda dengan cincin yang terdapat di Saturnus, cincin Uranus tipis dan sampai sekarang telah ditemukan 9 lapis cincin Uranus.  Masa orbital Uranus adalah 84 tahun. Waktu rotasi Uranus adalah 15 ½ jam. Arah rotasi Uranus berlawanan dengan arah rotasi bumi. Uniknya lagi Uranus berotasi pada sisinya seperti sebuah gasing yang rebah. Akibatnya satu sisi planet terus-menerus mengalami siang selama 42 tahun, sedangkan sisi lainnya terus-menerus mengalami malam selama 42 tahun.  Uranus paling tidak memiliki 15 satelit. Dua yang terbesar adalah Oberon dan Titania. Satelit terbesar adalah Oberon dan terkecil adalah Miranda. <a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#top">Kembali ke  atas</a> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no9"></a></span></span></p>
<h2><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no9">Neptunus </a><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/neptunes.gif" border="0" alt="" width="150" height="150" /></span></span></h2>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Neptunus adalah planet ke-8. Seperti Uranus, planet ini adalah planet gas. Kondisi di Neptunus hampir mirip dengan Uranus. Diameter Neptunus adalah 49.500 km. Jika Neptunus adalah sebuah wadah kosong maka Neptunus bisa menampung 60 buah bumi. Masa rotasinya adalah 18 jam sedangkan masa orbitalnya adalah 165 tahun.</span></span></span> Neptunus memiliki 8 satelit. Yang terbesar adalah Triton. Para ahli memperkirakan 100 juta tahun lagi jarak Triton dengan planet Neptunus akan cukup dekat sehingga Triton akan tercabik sebagian.  Sejak tahun 1984 para ahli telah menduga bahwa Neptunus memiliki cincin. Dugaan ini terbukti setalah pesawat angkasa Voyager 2 berhasil mendekati Neptunus dan memastikan bahwa Neptunus memiliki paling tidak 3 lapis cincin. <a href="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/PNU0010001.asp#top">Kembali ke  atas</a> <a name="no10"></a></p>
<h2><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><a name="no10">Pluto </a><img src="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/pluto.gif" border="0" alt="" width="72" height="72" /></span></span></h2>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial Black;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Planet terakhir adalah Pluto. Planet ini adalah yang terkecil di tata surya. Ukurannya bahkan lebih kecil dari bulan. Keadaan di Pluto sangat dingin dan beku. Pada titik terjauh dari matahari, gas-gas yang ada di permukaan seperti metan, nitrogen dan karbondisoksida membeku. Baru pada titik terdekatnya dengan matahari gas-gas ini menguap dan membentuk atmosfir sementara.</span></span></span> Waktu rotasi Pluto adalah 6 1/3 hari dan masa orbitalnya 248 tahun. Yang unik dari orbital Pluto adalah, ada suatu masa yakni selama 20 tahun Pluto memotong orbit Neptunus. Sehingga pada masa itu Neptunus adalah planet terjauh. Peristiwa ini terjadi terakhir kalinya adalah antara Januari 1979 sampai dengan Februari 1999.  Pluto memiliki sebuah satelit bernama Charon. Ukuran Charon setengah dari ukuran Pluto. Permukaan Charon diperkirakan tersusun dari air dan es.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/pertunjukan-1.gif" border="1" alt="" /></td>
<td width="5"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="right">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5"></td>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/pertunjukan-2.gif" border="1" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/tatasurya.gif" border="1" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="right">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5"></td>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/GerhanaTotal.gif" border="1" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/BatuAsteroid.gif" border="1" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="right">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5"></td>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/galaksi.gif" border="1" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5"></td>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/bumi.gif" border="1" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="right">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5"></td>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/bintangganda.gif" border="1" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="right">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5"></td>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/bintang.gif" border="1" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" height="3"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5"></td>
<td><img src="http://planetarium.jakarta.go.id/img/pembentukantatasurya.gif" border="1" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="470" height="20" align="right" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.e-smartschool.com/images/back_kanan_bwhx.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/madue.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/madue.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madue.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madue.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madue.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madue.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madue.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madue.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madue.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madue.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madue.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madue.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madue.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madue.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madue.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madue.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madue.wordpress.com&amp;blog=3384080&amp;post=6&amp;subd=madue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madue.wordpress.com/2008/05/03/dunia-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f835fc4f59226bc0c5d565505a361c9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">madue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c2/Solar_sys.jpg/350px-Solar_sys.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pluto, Neptunus, Uranus, Saturnus, Yupiter, sabuk asteroid, Matahari, Merkurius, Venus, Bumi dan Bulan, dan Mars. Sebuah komet digambarkan di sebelah kiri.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/Hubble_01.jpg/180px-Hubble_01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hubble Space Telescope mengorbit di atas bumi.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/matahari.GIF" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/merkuri1.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/venus1.GIF" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/bumi1.GIF" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/bumi2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/mars1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/mars2.GIF" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/jupiter1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/jupiter2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/jupiter3.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/jupiter4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/saturnus.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/saturnus2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/uranus.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/neptunes.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/PNU/001/pluto.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/pertunjukan-1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/pertunjukan-2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/tatasurya.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/GerhanaTotal.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/BatuAsteroid.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/galaksi.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/bumi.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/bintangganda.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/bintang.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://planetarium.jakarta.go.id/img/pembentukantatasurya.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.e-smartschool.com/images/back_kanan_bwhx.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
